Heuleut Kadipaten
Headlines News :

Latest Post

Coba Lihat Heuleut Kadipaten di WIKIPEDIA!

Written By Sync Ali on Selasa, 22 Desember 2015 | 18.21

Majalengka,22 desember 2015, Wikipedia salah satu portal informasi terbesar di dunia maya, ketika anda sebagai seorang yang dilahirkan dan besar di desa Heuleut Kec.Kadipaten Kab.Majalengka, mencari informasi dan mengetikan Heuleut Kadipaten di GOOGLE search engine maka list pada urutan pertama adalah list wikipedia, dengan harapan menemukan informasi yang lebih kita malah di suguhkan Judul, dan keterangan luas,jumlah penduduk dan kepadatan nya.

Ini seharusnya menjadi pukulan telak bagi kita, muda dan modern serta melek teknologi untuk memberikan informasi tentang desa kita, sehingga desa Heuleut bisa lebih di kenal oleh semua orang.

Website Kec. Kadipaten GRATISAN

Majalengka 22 Desember 2015, Di era digital seperti sekarang Website adalah sumber informasi yang di butuhkan, namun ketika saya mencari website Kecamatan kadipaten website terlihat tidak ada yang mengurus dan terkesan Gratisan karena menggunakan WEEBLY,  Weebly adalah web generator yang memberikan website gratis kepada penggunanya dengan Subdomain Weebly.

Kode Pos Heuleut Kadipaten Majalengka

Alamat Kode Pos Heuleut dan keterangan lokasi lengkap nama desa atau kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten serta Propinsi.

Kode Pos Heuleut

Desa/Kel.: Heuleut
Kecamatan: Kadipaten
Kota/Kabupaten: Kab. Majalengka
Propinsi: Jawa Barat.
Kode Pos: 45452
Anda bisa cari alamat kode pos lainnya dengan menggunakan form pencarian.

Kualitas Udara dan Kesehatan Para Pemulung Di TPA Heuleut-Kadipaten, Majalengka

1.    Kualitas Udara
Manusia dalam aktivitasnya tidak telepas dari kebutuhan terhadap ruang. Ruang tempat mereka tinggal dalam upaya meningkatkan status dan kualitas hidupnya yaitu dengan mengolah sumber daya, baik itu sumber daya alam atau pun sumber daya manusia itu sendiri. Disadari atau tidak dalam proses pemanfaatan sumber daya itu manusia menghasilkan sampah, dan sampah tersebut akan penyebabkan pencemaran lingkungan.
Proses akhir dari rangkaian penanganan sampah yang biasa dijumpai di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan tempat dimana sampah mencapai tahap terakhir dalam pengelolaannya sejak mulai timbul di sumber, pengumpulan, pemindahan/pengangkutan, pengolahan dan pembuangan. TPA merupakan tempat dimana sampah diisolasi secara aman agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitarnya. Karenanya diperlukan penyediaan fasilitas dan perlakuan yang benar agar keamanan tersebut dapat dicapai dengan baik.
Tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Heuleut  merupakan salah satu tempat pembuangan akhir sampah yang terdapat di Kecamatan Kadipaten, Majalengka. Metode pembuangan sampah yang digunakan di TPA heuleut adalah metode open dumping. Sampah yang sudah diangkut oleh truk sampah, akan langsung dibuang dengan cara menumpuk sampah di TPA, sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Selain itu, di TPA tersebut juga banyak terdapat tenda-tenda sementara untuk para pemulung yang bekerja di TPA tersebut. Di tenda tersebut, mereka meletakkan barang-barang dari hasil pencarian barang bekas, selain itu mereka beristirahat dan makan siang di tenda tersebut. Di TPA Heuleut juga kadang terjadi pembakaran. Pembakaran tersebut tidak dilakukan secara sengaja. Pembakaran terjadi akibat dari puntung rokok yang dibuang secara sembarangan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Tempat pembuangan akhir sampah dengan sistem open dumping menimbulkan bau telur busuk karena tumpukan sampah mengalami dekomposisi secara alamiah menghasilkan gas H2S, metana dan amoniak. Bau ini dapat menyebar di TPA dan sekitarnya sehingga menurunkan kualitas udara (Soemirat, 2009).
Penguraian sampah sendiri disebabkan oleh aktifitas mikroorganisme. Pembusukan sampah ini akan menghasilkan gas metana (CH4)  yang bersifat racun bagi tubuh makhluk hidup. Sampah yang tidak dapat membusuk adalah sampah yang memiliki bahan  dasar plastik, logam, gelas dan karet. Untuk pemusnahannya dapat dilakukan pembakaran. Proses pembakaran sampah tersebut dapat menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) yang dapat menimbulkan dampak lingkungan. Peningkatan jumlah sampah disebabkan oleh bertambahnya jumlah penduduk, keadaan sosial ekonomi dan kemajuan teknologi (Nandi, 2005).

Volume Sampah Rumah Tangga Naik 20 Persen

MAJALENGKA,(PRLM).- Pasca-Lebaran terjadi kenaikan volume sampah rumah tangga mencapai 10 hingga 20 persen dari hari-hari biasanya atau menjadi 190.000 meter kubik perhari. Padahal pada hari-hari biasanya volume sampah hanya mencapai 160.000 meter kubik.
Menurut keterangan Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Lidup Kabupaten Majalengka Ali Alimudin disertai Kepala Bidang Pengelola Persampahan dan Kebersihan, Joyo Suhindra, Kamis (23/7/2015) kenaikan volume sampah tersebut belum termasuk jenis sampah lainnya yang ada di jalan, sampah limbah pabrik serta sampah medis.
“Volume sampah harian normalnya yang setiap hari terfasilitasi petugas kebersihan dan masuk ke tempat pembuangan sampah akhir di Desa Heuleut ada sekitar 160.000 ribu meter kubik. Sejak Lebaran beberapa hari lalu mencapai 190.000 meter kubik naik sekitar 20 persen,” papar Ali.
Karena tingginya volume sampah petugas kebersihan tidak diliburkan, mereka tetap bekerja seperti biasanya terkecuali pada hari raya lebaran. Itupun ada beberapa petugas yang piket terutama membersihkan sejumlah tempat bekas solat Idulfitri seperti halnya di Alun-alun kota Majalengka yang hampir semua jemaah menggunakan alas koran untuk salat.
“Petugas pemungut sampah rumah tangga tidak ada yang libur mereka bekerja seperti biasa, dua kali dalam seminggu mengambil sampah keliling rumah,” ucap Ali.
Menurutnya, kenaika volum sampah ini sebetulnya sudah mulai terjadi pada saat memasuki bulan Ramadan, sebab tingkat konsumtif masyarakat selama ramadhan juga ikut meningkat, walaupun waktu makan berkurang dari 3 kali menjadi hanya 2 kali saja. Volume sampah rumah tangga dan sampah pasar di bulan puasa mulai naik sekitar 5-10 persen dari volume normal harian.
Ali menyebutkan naiknya volume sampah didominasi oleh sampah rumah tangga yang berjenis anorganik seperti bungkus plastik dan semacamnya. Bungkus plastik tersebut biasanya dipakai sebagai bungkus makanan minuman, dan bekas perlengkapan kebutuhan rumah tangga lainya. Sedangkan, untuk sampah organik dari berbagai macam jenisnya cenderung lebih sedikit karena bisa diolah dan hancur dengan sendirinya.
Sampah-sampah yang masuk ke TPA sebagian diolah menjadi kompos sebagian lagi untuk jenis anorganik di kubur.(Tati Purnawati/A-147)***

dikutip dari
Pikiran Rakyat

Recent Posts

Home with below post

editor
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Heuleut Kadipaten - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger